Selamat datang di asheiwa.blogspot.com

Bagi kamu yang tertarik dengan dunia manga dan animasi, maka kamu adalah teman yang saya cari.
Note: bagi yang ngga tertarik… kamu juga temanku ^_^

Di blog ini, saya ingin berbagi skill dalam dunia manga dan animasi dengan kamu… ( berbagi lho! Bukan mengajari… T_T ). Saya bukan pro… tapi mungkin saya punya sedikit ilmu yang bisa dibagi… dan saya yakin kamu pun begitu…
notes: bahkan mungkin kamu punya lebih banyak ilmu…

Saya memposting “things to know” dan “tutorial” tentang manga dan animasi yang saya punya… kuharap itu bisa membantu kamu. Saya mengharapkan sekali kamu memposting itu juga di blog ini…

Semoga blog ini menjadi media yang bermanfaat bagi kamu…

| Feel free to looking around |

Senin, 18 Februari 2008

Anime Studio preview

`o` Hei… anime studio itu apa sih?
:D Anime studio itu software khusus untuk animasi.
`o` Kalo itu sih udah tau… jelasin lebih rinci dunk!

:D Oh, maaf-maaf! Anime studio itu…..

Anime Studio adalah software keluaran e-frontier. Menurut saya, kemampuannya cukup mumpuni untuk membuat animasi. Pekerjaan yang berat dalam pembuatan animasi bisa dikerjakan seorang diri dalam waktu yang singkat. Kemampuannya dalam mengolah bitmap dan vector, bisa kita andalkan. Tapi saya merekomendasikan untuk lebih memilih vector jika menggunakan software ini, karena hasilnya lebih bersih dan bagus.

Menurut saya, kelebihan dari Anime Studio adalah kemampuannya untuk membuat gerakan sangat mudah dan cepat. Anime Studio menggunakan metode bone yang mengikat point (vector) atau pixel (bitmap). Jadi untuk membuat gerakan kita tinggal menggerakan bone pada objek kita, membuat key di timeline, sim sa la bim… jadi lah gerakan ^_^

Kelebihan lain Anime Studio, yaitu kemampunnya untuk membuat efek seperti awan, ledakan, hujan, sekumpulan pasukan, bisa dibuat langsung dengan mudah. Metodenya adalah menggunakan particle layer. Double click di layer itu, kamu akan lihat parameter yang sederhana tapi bisa membuat bermacam-macam efek.

Berikut adalah sample animasi yang diberikan oleh e-frontier.

Sebenar tidak hanya satu sample, lihat di directory tempat kamu meng-instal Anime Studio …/e-frontier/Anime Studio/library. Ada beberapa sample animasi yang bisa kita lihat. Buka file nya… tanpa mengubah apapun, coba render. Gimana menurutmu?

Atau, jika kamu mau lihat yang lebih keren… kunjungi site nya, dan lihat gallerynya…


Gimana ? Tertarik untuk belajar ?


Jika kamu ingin belajar menggunakan software Anime Studio ini, e-frontier udah menyertakan tutorialnya lengkap dengan bahan latihannya. Jika kamu udah meng-instal Anime Studio. Buka program Anime Studionya maka kamu kan melihat welcome screen. Click saja di Introductory Tutorial.

Setelah itu kamu akan melihat file html. Disana ada Tutorial nya…

Tutorials-nya lumayan lengkap.

Contentnya antara lain :

  1. Basics
  2. Drawing
  3. Bones
  4. Images
  5. Animation
  6. Effects

Untuk bahan latihannya… ada di …/e frontier\Anime Studio Pro\Tutorials

Bagi yang tertarik… selamat belajar… ^_^


Tutorial Editing Images with Photoshop

`o` Kalo ng-edit gambar hasil scan gimana sih?
:D Kamu pake softwarenya apa?
`o` Photoshop!
:D ooh… sama dunk! Aku punya sedikit tips nih. Kali aja berguna!

| Tips Basic Editing Image with Photoshop |

Pada umumnya gambar yang di scan adalah gambar yang udah di inking. Tapi untuk latihan dasar basic edit ga ada salahnya kalo kita pake gambar yang masih sketsa. Karena meng-edit gambar sketsa lebih sulit ketimbang mengkoreksi gambar yang udah di inking ( itu menurut saya, menurutmu? ).

Jadi kalo kita udah bisa mengedit gambar sketsa, mengedit gambar inking tentu ga ada masalah bukan?

Langkah 1

Buka file gambar sketsa kita. ( saya ga tau apa ini bisa di sebut langkah? Soalnya kalo file gambarnya ga di buka, lantas mau ngedit apa… saya bodoh ya! ^_^)


Sebagai contoh, saya pake gambar ini…

Biasanya kalau file gambarnya Jpeg, layernya masih dikunci. Buka dulu kuncinya. Double click di layer terus kasih nama. Namanya bebas… misalnya lineart.

Langkah 2

Selanjutnya di window layer, click tab Channel. Mode gambar ini grayscale, jadi hanya ada satu layer. Jika mode gambar kamu RGB, akan ada 3 layer ( Red, Green, Blue ). Dan jika mode gambar kamu CMYK, akan ada 4 layer ( Cyan, Magenta, Yellow, Black).

Pada langkah ini prinsipnya semua sama aja. Click di layer yang hitam dan putihnya paling contrast. Yang mode grayscale tentu ga usah milih lagi kan…

Duplikat channel itu. Drag layer ke icon new di bawah. Itu lo yang bentuknya kotak di kiri tong sampah.

Langkah 3

Kemudian, atur levelnya biar semakin contrast. Shortcut Ctrl + L.

Geser slider level ( yang bentuknya segitiga ), Jangan terlalu banyak di gesernya. Lihat di perubahan gambar aslinya. Geser hingga hitam dan putih di gambar enak di lihat. gunakan sense of art kamu!

Kemudian Ctrl + click di layer hasil duplikat itu dan click layer di paling atas.

Kamu akan lihat area putih terseleksi.

Langkah 4

Selanjutnya, di window channel… click tab layer. Tekan delete atau backspace di Keyboard.

Harusnya gambar sketsa itu jadi seperti ini

Area putih jadi kotak-kotak., artinya area itu transparan. Berarti sampai langkah ini langkah kita berhasil, horeee! ^_^

Langkah 5

Sekarang kita persiapkan layer untuk warna. Buat 2 layer baru. Beri nama ( jika kamu mau… saya ga maksa! ) Misalnya tengah:color dan bawah:BCG.

Untuk layer bawah (BCG), kasih warna putih biar mata kita ga pusing sama kotak-kotak. Dan Layer tengah (color) biarkan transparan.

Sekarang gambar kita lebih enak untuk proses pewarnaan (coloring).


Langkah 6

Gunakan tools yang bisa ngasih warna. Misalnya brush (B). Selalu ingat untuk melakukan pewarnaan di layer color. Dan peng-koreksi-an garis di layer lineart. Biar jika ada kesalahan gampang di benerin.


Udah siap? Sekarang drag dengan menggunakan brush.

Hasilnya kita bisa bebas memberi warna tanpa menggangu garis gambar. Jika kamu hanya melihat abu-abu, itu artinya mode gambar masih grayscale. Kamu tinggal merubahnya ke mode RGB atau CMYK.

Teruskan proses pewarnaan hingga terlihat lebih bagus. Setelah langkah ini, gunakan skill gambar kamu.

Sebagai contoh… saya meneruskan pewarnaan sampai seperti ini

Jelek ya…T_T
Gunakan semua tool photoshop yang ada. Selamat berjuang!

Notes:
Perlu diingat… mungkin kamu bisa menggambar sangat bagus. Tapi untuk animasi, coba pertimbangkan berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan satu gambar hingga tahap pewarnaan ini. Waktu itu kalikan dengan berapa durasi animasi yang kamu akan buat.

Misalnya jika kita butuh waktu 30 menit… durasi 30 detik dengan Fps 25 frame per second. Berarti 30 menit x ( 30 detik x 25 ) = 22.500 menit. Berarti sekitar 375 jam. Belum di tambah waktu edit to movie, FX, dubbing, soundtrack, dan rendering video. Lumayan kan… itu baru durasi 30 detik.

Hanya saran, pilih gaya gambar yang sederhana tetapi menarik. Itu kalo bikin sendiri lo…Jangan patah semangat…Terus Berkarya!





Software yang diperlukan

`o` Software apa aja sih yang dibutuhkan dalam pembuatan animasi?
:D Kayaknya sih…


  1. Adobe Photoshop, tau kan? Kalo ga tau… please deh! Tp kalo emang ga tau… Photoshop itu software untuk mengedit image (simple aja ^_^). Dalam animasi, fungsinya untuk men-scan secara TWAIN ( Technology Without An Interesting Name ). Import gambar melalui cara plug-in driver scanner-nya. Photoshop juga digunakan untuk pengeditan hasil scan gambar kita.

  2. Adobe Premiere, software keluaran Adobe juga. Sotware ini berfungsi untuk menggabungkan gambar hasil editan dan pewarnaan gambar di Adobe Photoshop, lalu menggerakannya, memberi spesial efek, menggabungkan dengan sound, memberi teks, title, dan yang lainnya.

  3. Adobe After Effects, lagi-lagi keluaran Adobe. Saya juga ga tau kenapa? Tapi memang ketiga software2 keluaran adobe inilah yang digunakan studio-studio animasi pada umumnya. Punya alternatife lain? After Effect dipakai untuk memberi efek (FX) tingkat lebih tinggi, seperti petir, sinar laser, bola sinar, lensflare, dan proses rotoscoping secara cepat.

  4. Anime Studio, keluaran e-Frontier. Software ini adalah software khusus untuk membuat animasi. Tidak begitu familiar di kalangan studio animasi kita (kalo di luar ga tau?). Fungsinya cukup lumayan untuk mempercepat pembuatan animasi. Dengan software ini, motion dan lypsinc bisa dibuat dalam waktu yang singkat. Hasilnya? Jangan Tanya…. Kamu pasti kagum sama ni software ( Saya sih kagum, ga tau kalo kamu…).

  5. CTP, software inipun merupakan software khusus untuk membuat animasi. Hanya saja sedikit berbeda dengan Anime studio. Software ini bekerja dengan manual style. Jadi bergantung pada hasil gambar tangan kita. Kelebihannya adalah proses scan, penggabungan sequence, pewarnaan hingga render animasi bisa dilakukan dengan software ini.

  6. Sound Forge, berguna untuk merekam suara dengan bersih tanpa noise dan berkualitas studio yang mahal.

  7. Ulead Morpher, menambahkan FX khusus untuk perubahan bentuk dari manusia ke monster, monster ke manusia, atau manusia ke manusia…. ??? manusia yang lain maksudnya…

  8. Nero, untuk mentransfer data dari Mpeg1 dan Mpeg2 ke VCD, SVCD atau DVD. Banyak Alternatif lain… tapi karena software ini sangat familiar bagi yang mpu-nya CD-writer atau DVD-writer… jadi ini sample aja. Yang penting tau maksudnya buat apa…^_^


Notes:
Software-software itu bukanlah mutlak. Masih banyak software serupa yang mempunyai fungsi yang sama. Jenis Software dan versinya bukanlah jaminan hasil karya animasi kita bagus, semua bergantung pada penguasaan dan ke-kreatifitas-an kita pada software.

Perlu diketahui… software lain yang bisa digunakan antara lain : Paint Shop Pro – Paint Studio – Corel Painter – Corel Rave – Windows Paint – Video Shop – Pinnacle Studio – Ulead Media Studio – avid Cinema – Macromedia Director – Final Cut Pro. Mau tau fungsinya? Lihat helpnya aja ya ^_^

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat animasi

`o` Alat2 apa aja sih yang dibutuhkan untuk membuat animasi ?
:D
Kayaknya sih….


  1. Komputer dengan spesifikasi minimal 800 MHz, memory 64 MBps, VGA 32 MBps, hard disk 20 GB. Ini spesifikasi minimum, disarankan untuk menggunakan spesifikasi computer terkini agar proses produksi animasi lebih cepat.

  2. Flatbed 2D Scanner, dengan ukuran A4 atau A3 sebagai pengganti video kamera.

  3. Sound Card + Midi Port, Sound card yang mempunyai kemampuan rekam suara yang baik dan punya Midi Port untuk menggabungkan dengan instrument musik yang punya colokan Midi Port juga. Termasuk microphone dan speaker tentunya.

  4. Video Capture Card, yang bisa analog maupun digital. Alat ini dipakai untuk transfer data dari shooting memakai Video/Movie Camera.

  5. CD Writer atau DVD Writer, untuk mentransfer data ke VCD atau ke SVCD & DVD format.

  6. Light Table/Tracing Table atau Light Box, meja / kotak yang di atas ada kaca/acrylic seukuran kertas gambar A4 atau A3 dan didalamnya ada lampu neon putih. Digunakan untuk gerak animasi secara gambar manual.

  7. Kertas - Pensil - Penghapus - Correction Pen - Spidol hitam - Drawing Pen

  8. CD Blank. Sangat disarankan untuk selalu membackup data ke dalam CD, jaga-jaga bila ada gangguan hardware atau serangan virus di computer kita. Sayang…kan! Kalau tiba-tiba data hilang dan kita harus mulai dari awal lagi. 25 + 75 = Cepe deeeh…! ^_^

  9. Cermin, digunakan untuk bernarcis ria di kamar… eh salah! +_+ buat menirukan ekspresi emosi seseorang atau melihat gerakan mulut saat berbicara. Ga terlalu penting, tapi terkadang sangat membantu.

  10. Pelubang kertas dan Pegbar, sepertinya alat yang sepele ya…. Tp justru sangat penting. Digunakan untuk menjepit gambar sequence kita agar lebih mudah di buat dan dikoreksi.

  11. Manequin atau Mainan Action figure yang bisa dirubah posisi tubuhnya , yang satu ini kayaknya diperuntukan bagi yang gambar anatominya masih lemah ( seperti saya T_T). Kalo proporsi manusianya aja salah, apalagi hasil animasi…

Note:
Peralatan itu hanyalah standard yang saya kutip dari Buku “AnimasiTV” karangan M.S Gumelar dan “Merancang Film Kartun” karangan M.Suyanto dan Aryanto Kurniawan, ga mutlak lo! Toh
tak ada akar… rotan pun jadi… Jangan menyerah karena peralatan. Be Creative!



Rabu, 13 Februari 2008

Things to know

Kata `animasi` sebenarnya penyesuaian dari kata `animation`, yang berasal dari kata dasar `to animate`, dalam kamus umum Inggris-Indonesia berarti menghidupkan (Wojowasito 1997). Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakan benda mati; Suatu benda mati diberikan dorongan kekuatan, semangat da emosi untuk menjadi hidup dan bergerak atau hanya berkesan hidup.

Sebenarnya, sejak jaman dulu, manusia telah mencoba meng-animasi gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakala di gua Lascaux Spanyol Utara, sudah berumur dua ratus ribu tahun lebih; Mereka mencoba untuk menangkap gerak cepat lari binatang, seperti celeng, bison atau kuda, digambarkannya dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk ( Hallas and manvell 1973:23 )

Orang mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan gambar-gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding. Dibuat sekitar tahun 2000 sebelum masehi ( Thomas 1958:8 )

Lukisan Jepang kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada masa Heian (794-1192) (ensiklopedi `Americana` volume 19,1976). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila dipilin dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak (Laybourne 1978:18).

Hingga di tahun 1880-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang berkembang sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar animasi yang disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang diputar yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah sebuah cermin manjadi suatu gerak film, sebuah alat cikal bakal proyektor pada bioskop ( Laybourne 1978:23).

Kedua pemula pembuat film bioskop, berasal dari Perancis ini, dianggap sebagai pembuka awal dari perkembangan teknik film animasi (Ensiklopedi `Americana` vol.VI,1976:740)

Sepuluh tahun setelah film hidup maju dengan pesatnya di akhir abad ke 19. Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam (black-line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figure menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam.

Di Amerika Serikat Winsor McCay membuat film animasi ”Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figur digambar blabar hitam dengan latar belakang putih. Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-asn; Max Fleischer mengembangkan “ Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya.

McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan.

Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”.

Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembankan film animasi bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film anomasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Gambar berikut adalah tokoh “Gertie The Dinosaur” dan “Felix The Cat”.

George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya, pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexander Ptushko dari Rusia membuat film animasi boneka panjang “The New Gulliver” di tahun 1935.

Di tahun 1935 Len Lye dari Canada, memulai menggambar langsung pada film setelah memasuki pembaharuan dalam film berwarna melalui film ”Colour of Box”.

Perkembangan Teknik film animasi yang terpenting, yaitu di sekitar tahun 1930-an.

Di mana muncul film animasi bersuara yang dirintis oleh Walt Disney dari Amerika Serikat, melalui film ” Mickey Mouse”, Donald Duck” dan “ Silly Sympony” yang dibuat selama tahun 1928 sampai 1940.

Pada tahun 1931 Disney membuat film animasi warna pertama dalam filmnya “Flower and Trees”. Dan film animasi kartun panjang pertama dibuat Desney pada tahun 1938, yaitu film “Snow White and Seven Dwarfs”.